Kamis, 18 September 2008
Yes, hari ini gue mau ATP ke Tanjung Barat. Karena salah satu MSC( Mobile Switching Center ) B-TEL ada di sana, jadinya gue deh yang berangkat kesana. Apalagi akhir-akhir ini agak bosen juga di kantor yang kerjaannya ya begitu-begitu aja. Apa sih ATP itu ? ATP itu semacam serah terima barang dari penjual ke pembeli. Gue sebagai pembeli (walaupun cuma karyawan) harus melakukan pengecekan-pengecekan barang yang dibeli, mulai dari hardware sampai dengan kelayakan barang dan konfigurasi secara software.
Sebagai penjual yaitu pihak Huawei harus memastikan barang yang mereka jual sudak laik jalan / siap on-air gitu loh. Jadi disini saya sebagai pihak operator yang membeli barang harus hati-hati dalam melakukan pengecekan (apalagi ini barang mahal yang paling murahnya 9 digit loh).
Setelah siap berangkat dari Taman Rasuna menuju Tanjung Barat, akhir berangkat juga. Sekalian bawa semua perlengkapan, termasuk perlengkapan pulang donk (maklum lah Tanjung Barat itu deket sama Ciracas, jadinya bisa langsung pulang). Tapi sebelum jalan tanya istri dulu ah, ternyata mau ikut pulang juga. Terpaksa deh jemput dulu trus nganterin pulang kerumah baru deh ke Tanjung Barat.
Gak nyangka, dibulan puasa ini kalo jalan tengah hari bolong panas banget. Bersyukurlah gue salama ini kerja di dalam kantor doank. Jadi inget masa-masa dulu yang baru awal kerja trus survey ke gedung-gedung tinggi dijakarta dan naik tower. padahal itu lagi puasa,cape banget.
Bersyukurlah kepada Allah dengan pekerjaan yang sekarang. Maka nikmat Allah mana yang kamu dustakan.
Baca lagi...
Kamis, September 25, 2008
Selasa, September 23, 2008
Bocah Misterius
kisah yang menarik di bulan Ramadhan... maaf diambil dari milis/posting lain.
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.
Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.
“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai.
Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja. Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini.
Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….” Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.
Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung.
Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.
Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah. Baca lagi...
Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan. Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan.
Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya.
“Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.
“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai.
Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?
Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus?
Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja. Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini.
Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta? Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….” Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!
Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan.
Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong. Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung.
Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!
Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang. Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati.
Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah. Baca lagi...
Curhat
Tausiah
jawaban dari Call Center ESIA (sms 1 rupiah per karakter)
Bpk/Ibu yang terhormat,
Terima kasih atas kritik dan masukan yang telah Bpk/Ibu berikan kepada Esia, karena kritik dan masukan Bpk/Ibu sangat berharga buat kami untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan kami di masa mendatang.
Bpk/Ibu, sistem pentarifan sms terbaru yang kami tawarkan saat ini adalah pentarifan berdasarkan jumlah karakter yang diketik dan dikirimkan yaitu Rp. 1,- + Ppn per karakter artinya, pelanggan hanya cukup membayar tariff SMS berdasarkan berapa jumlah karakter yang diketik dan dikirimkan ke nomor tujuan. Yang dimaksud dengan karakter adalah segala sesuatu yang diketik dalam sms, berupa huruf, angka, spasi, koma, titik, atau tanda baca dan simbol lainnya.
Berikut ketentuan mengenai tarif sms per character yang berlaku :
1.Untuk sms ke sesama nomor Esia :
a.Tarif untuk SMS sesama nomor Esia 1-50 karakter akan dikenakan tariff Rp. 1,- per karakter.
b.Tarif untuk SMS sesama nomor Esia lebih dari 50 karakter akan dikenakan hanya dg tariff Rp. 55,-
Keterangan:
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms kurang dari 50 karakter, Bpk/Ibu akan dibebankan Rp. 1.1,-/karakter, contoh: Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms yang berisi: ESIA maka Bpk/Ibu akan dibebankan biaya sebesar Rp. 1.1,- x 4 = Rp. 4.4,- = Rp. 4,- (pembulatan ke bawah)
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms lebih dari 50 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan hanya Rp. 55,-
2.Untuk sms ke nomor Operator Lain:
a.Tarif untuk SMS ke operator lain 1-140 karakter akan dikenakan tariff Rp. 1,- per karakter.
b.Tarif untuk SMS ke operator lain lebih dari 140 karakter akan dikenakan tariff Rp. 154,-
Keterangan:
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms kurang dari 140 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan Rp. 1.1,-/karakter, contoh: Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms yang berisi: ESIA maka Bpk/Ibu akan dibebankan biaya sebesar Rp. 1.1,- x 4 = Rp. 4.4,- = Rp. 4,- (pembulatan ke bawah)
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms lebih dari 140 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan hanya Rp. 154,-
Dengan demikian, berikut rincian biaya untuk sms yang telah Bpk/Ibu kirimkan:

gitu loh mbak/mas/ibu/bapak
Baca lagi...
Terima kasih atas kritik dan masukan yang telah Bpk/Ibu berikan kepada Esia, karena kritik dan masukan Bpk/Ibu sangat berharga buat kami untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan kami di masa mendatang.
Bpk/Ibu, sistem pentarifan sms terbaru yang kami tawarkan saat ini adalah pentarifan berdasarkan jumlah karakter yang diketik dan dikirimkan yaitu Rp. 1,- + Ppn per karakter artinya, pelanggan hanya cukup membayar tariff SMS berdasarkan berapa jumlah karakter yang diketik dan dikirimkan ke nomor tujuan. Yang dimaksud dengan karakter adalah segala sesuatu yang diketik dalam sms, berupa huruf, angka, spasi, koma, titik, atau tanda baca dan simbol lainnya.
Berikut ketentuan mengenai tarif sms per character yang berlaku :
![]() |
| > |
1.Untuk sms ke sesama nomor Esia :
a.Tarif untuk SMS sesama nomor Esia 1-50 karakter akan dikenakan tariff Rp. 1,- per karakter.
b.Tarif untuk SMS sesama nomor Esia lebih dari 50 karakter akan dikenakan hanya dg tariff Rp. 55,-
Keterangan:
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms kurang dari 50 karakter, Bpk/Ibu akan dibebankan Rp. 1.1,-/karakter, contoh: Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms yang berisi: ESIA maka Bpk/Ibu akan dibebankan biaya sebesar Rp. 1.1,- x 4 = Rp. 4.4,- = Rp. 4,- (pembulatan ke bawah)
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms lebih dari 50 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan hanya Rp. 55,-
2.Untuk sms ke nomor Operator Lain:
a.Tarif untuk SMS ke operator lain 1-140 karakter akan dikenakan tariff Rp. 1,- per karakter.
b.Tarif untuk SMS ke operator lain lebih dari 140 karakter akan dikenakan tariff Rp. 154,-
Keterangan:
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms kurang dari 140 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan Rp. 1.1,-/karakter, contoh: Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms yang berisi: ESIA maka Bpk/Ibu akan dibebankan biaya sebesar Rp. 1.1,- x 4 = Rp. 4.4,- = Rp. 4,- (pembulatan ke bawah)
Bila Bpk/Ibu mengirimkan sms lebih dari 140 karakter, maka Bpk/Ibu akan dibebankan hanya Rp. 154,-
Dengan demikian, berikut rincian biaya untuk sms yang telah Bpk/Ibu kirimkan:

gitu loh mbak/mas/ibu/bapak
Baca lagi...
Curhat
Telekomunikasi
Jumat, September 19, 2008
Komplain SMS Esia 1 rupiah perkarakter
Dapet dari milis neh? -> katanya sih komplain, tapi kurang tepat dia
Just INFO,.. Barangkali bermanfaat,..
Masyarakat Awam terkecoh promosi ESIA: SMS Rp 1,- / Karakter
Saya telah melakukan test, ternyata promosi ESIA yang katanya SMS rp1,- / karakter itu tidak sepenuhnya benar. Memang Rp1,- tidak berarti sama sekali bagi kita tetapi kalau kita hitung secara akurat berdasarkan data jumlah subscriber ESIA saat ini maka prakiraan Saya pemasukan ekstra bagi ESIA mencapai Milyaran rupiah dalam sebulannya. Bukan main.. Saya melakukan perhitungan ini tanpa tendensi apapun terhadap ESIA melainkan murni karena salah satu HP saya juga menggunakan ESIA jadi ini adalah hak Saya selaku pelanggan. Selain itu karena Saya suka mengamati dunia telematika maka sangat tertarik melakukan deep test khusus pada layanan2 yang dianggap inovatif.
Cara menemukan selisih tersebut sangatlah sederhana (you can even test it your self):
Btw, cara ini telah Saya lakukan dari beberapa nomor ESIA yang berbeda, diulangi pada hari yang berbeda dan waktu yang berbeda. Kesalahan perhitungan tersebut TERNYATA KONSISTEN pada semua nomor, semua waktu dan TERPOLAKAN !!, jadi sepertinya bukan kesalahan tanpa kesengajaan! !!
Setelah mengirim SMS dengan huruf seperti dibawah ini lalu Saya check via voice maupun dg fitur SMS dengan keyword "Talktime" ke 555:
A = di charge 1 karakter (oke donk)
A BC = di charge 4 karakter (sip laah)
ABCDE = di charge 6 karakter (LHO KOK!! mustinya kan 5 karakter??).
charges tambahan Rp1,- ini terus terbawa bila panjang SMS antara 6-14 karakter.
trus Saya ngirim 123456789012345 = di charge 17 karakter (lho kok?? anak SD juga gampang ngitung jejeran itu harusnya hanya 15 karakter)
jadi dari digit 15 keatas charges ekstra menjadi Rp2,-
tambah penasaran Saya ngirim 1234567890123456789 01234567890 = di charge 33 karakter (lho kok malah nambah lagi)
ya udah Saya nggak mau ngetest lagi... karena test dengan variasi tersebut sudah lebih dari cukup... kebayang mungkin sampai 160 karakter chargesnya ternyata berlipat2.. hiiii.. edun !!
Saya benar2 gak abis fikir. ini orang2 di ESIA apa perlu BELAJAR BERHITUNG lagi ?? BELAJAR TELITI?? atau malah perlu BELAJAR JUJUR yah? :))
Jangan2 dari direksi sampai staf mungkin perlu belajar matematika lagi karena kalau dari perhitungan dibawah 10 saja mereka sudah salah maka Saya ngeri bagaimana mereka bisa berhitung dalam jumlah ratusan miliar atau triliunan (asumsi tersebut adalah rata2 pemasukan perusahaan telekomunikasi yang sudah established) .
Sekali lagi memang dengan selisih cuma beberapa rupiah itu kita tidak dirugikan, karena harga tersebut tidak ada nilai ekonominya secara individual. Tapi coba hitung dengan selisih tersebut maka jelas ESIA yang sangat diuntungkan karena berdasarkan sumber yang valid, sampai akhir kuartal pertama 2008 jumlah pelanggan ESIA ada 4.5jt subscriber. Bila dirata2kan masing2 pelanggan mengirim 5 SMS dalam sehari saja maka keuntungan ESIA dari selisih tersebut sudah Rp22.500.000, - (dua puluh dua juga lima ratus ribu rupiah) PER HARI !!.
Nah dikalikan 30 hari (1 bulan) maka "pendapatan ekstra" ESIA tersebut adalah sebesar Rp675.000.000, - !!! itu kalau rata2 pelanggannya hanya mengirim 6 huruf / SMS saja, tapi kalau rata2 subscriber mengirim diatas 15 huruf / SMS berarti keuntungan ESIA hanya dari SELISIH tersebut sudah lebih dari 1 milyar sebulan !!. Mengingat layanan ini sudah dijalankan selama 2.5 bulan berarti estimasi keuntungan ESIA "mengambil" pulsa pelanggannya adalah sebesar 2.5 Milyar Rupiah !! wooowww....
Karena Saya pernah bekerja sebagai Data Center Manager pada suatu operator GSM maka Saya tahu bahwa suatu perusahaan telekomunikasi yang baik pasti ada cross-check antara data transaksi (pulsa), data income dan data pajak. Bila ini dilakukan dengan baik seharusnya ESIA dapat segera menemukan selisih / discrepancy ini dari sejak awal layanan ini diimplementasikan (yaitu sejak 15 mei 2008). Tapi mengapa selisih ini bisa lolos berbulan-bulan? entah tidak teliti (tapi kok tidak telitinya bisa bareng2 seluruh karyawan satu perusahaan?) atau tidak jujur? (kalaupun iya niat tidak jujur kok tega2nya tidak jujur terhadap pelanggan yang menghidupi mereka?, dan mayoritas pelanggan ESIA kan sepertinya justru orang2 kecil, orang2 kurang mampu, yang membeli pulsa secara pas-pasan)
Melihat keadaaan atau temuan ini harapan Saya selayaknya BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ) memberikan teguran kepada ESIA lalu ESIA mengembalikan segala kelebihan pemasukan mereka selama ini bukan kepada pelanggan (karena motong pulsa aja terbukti ESIA nggak becus salah2 nanti ngembaliinnya juga lebih gak becus lagi). Jadi ESIA sebaiknya mengembalikan saja kepada departemen sosial utk disalurkan kepada yang membutuhkan (atau kemanalah sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia ). Saya pribadi rela dan yakin uang tersebut kalau kita amalkan dapat bermanfaat banyak bagi orang susah.
Mari kita dukung orang susah dengan cara menyampaikan informasi ini kepada BRTI agar dapat segera ditindaklanjuti.
Supaya info ini lebih clear Saya cerita dikit asal muasal temuan ini juga dari ketidak sengajaan:
Kepada wartawan suatu portal berita terkenal, terkait dengan pelansiran produk ESIA ini (pertengahan mei 2008) dalam wawancara via email Saya pernah menjelaskan bahwa melakukan charging secara per karakter itu tidak sulit akan tetapi memang perlu effort karena ada modul yang menghitung jumlah karakter (biasanya kan hanya menghitung berdasarkan jumlah pengiriman sms saja). Dan perhitungan panjang karakter tersebut dalam dunia komputerisasi amat sangat mudah.
Lalu belum lama ini waktu anak2 saya yg SMA maupun yang SMP bilang ternyata ESIA murah sekali. Saya padahal udah lama pake ESIA juga (utk bertelponan ke nomor2 tertentu atau utk pembicaraan lama) tapi Saya gak pernah perhatikan pulsa.
Karena cerita anak saya tersebut serta kenyataan jumlah SMSan anak2 Saya banyak banget pikir2 lumayan juga kalo mereka Saya belikan yang ESIA. Dan singkat cerita masing2 saya belikan paket ESIA yang murah merah (rp245.000 sudah jreeng)... btw, yang GSM tetap mrk pake karena ada MP3nya dan fiturnya jauh lebih bagus.
Penjaga toko yang menjual ESIA tsb (Cinere Mall) mengatakan bahwa ESIA sekarang PALING LAKU karena dianggap PALING MURAH, oleh sebab itu sangat disukai orang2 yang kurang mampu (Saya membayangkan banyak orang2 yang kurang mampu pakai ESIA dan ternyata pulsanya digerogoti ESIA .. duuh tegaaaaaaaaaaa! !!!)
Yang bikin nyesek itu promosi ESIA bahwa SMS Rp1,- / Karakter itu katanya SMS pembawa keadilan. Saya jadi rancu arti keadilan, kalo nyedot pulsa pelanggan itu sebenarnya adil buat siapa sih???
Lalu anak2 Saya mulai sering SMSan, tapi sering sekali mereka menulisnya cuma singkat2. Saya ampe tegur anak2 Saya "SMS udah murah kok nulis pake disingkat2 gitu sih, kasihan temen kamu yang baca" jawab mereka kira2 "kan supaya lebih murah lagi, lagian sudah umum singkat2 spt ini, temen2 ngerti kok" ... pikir Saya ya udah gapapa lah wong anak2.
Lalu tiba2 Saya kepikiran, beneran gak yah ESIA menghitung per karakter? itu sebabnya Saya menggalang anak2 Saya (serta temannya) untuk mengirim SMS dengan cara diatas. Baik ke sesama ESIA maupun ke GSM. Dan hasilnya seperti yang Saya temukan tsb.
Seharian (dari subuh sampai barusan pukul 7pm) dengan niat baik ingin menyampaikan hal ini langsung ke ESIA Saya mencoba menghubungi customer care ESIA tapi susahnya minta ampun. selalu sibuk. Apakah itu karena petugas Call Centernya sibuk menerima complaint yang serupa ataukah enggan menerima call dari pelanggannya (udah tau pasti bakal pada complaint). Entah yaaa...
Akhirnya Saya mohon maaf bila atas kejujuran dan ulasan ini ada pihak yang merasa kurang berkenan. Setulusnya ini adalah tidak lain demi membela kepentingan dan hak pelanggan serta pajak bagi pemerintah. Untuk bukti semua kesalahan perhitungan ESIA tersebut Saya masih menyimpannya di HP, incase pihak ESIA mau melakukan cross-check, fact finding dll.
NB:untuk jawaban dari pihak ESIA ada diposting selanjutnya.
Baca lagi...
Just INFO,.. Barangkali bermanfaat,..
Masyarakat Awam terkecoh promosi ESIA: SMS Rp 1,- / Karakter
Saya telah melakukan test, ternyata promosi ESIA yang katanya SMS rp1,- / karakter itu tidak sepenuhnya benar. Memang Rp1,- tidak berarti sama sekali bagi kita tetapi kalau kita hitung secara akurat berdasarkan data jumlah subscriber ESIA saat ini maka prakiraan Saya pemasukan ekstra bagi ESIA mencapai Milyaran rupiah dalam sebulannya. Bukan main.. Saya melakukan perhitungan ini tanpa tendensi apapun terhadap ESIA melainkan murni karena salah satu HP saya juga menggunakan ESIA jadi ini adalah hak Saya selaku pelanggan. Selain itu karena Saya suka mengamati dunia telematika maka sangat tertarik melakukan deep test khusus pada layanan2 yang dianggap inovatif.
Cara menemukan selisih tersebut sangatlah sederhana (you can even test it your self):
Btw, cara ini telah Saya lakukan dari beberapa nomor ESIA yang berbeda, diulangi pada hari yang berbeda dan waktu yang berbeda. Kesalahan perhitungan tersebut TERNYATA KONSISTEN pada semua nomor, semua waktu dan TERPOLAKAN !!, jadi sepertinya bukan kesalahan tanpa kesengajaan! !!
Setelah mengirim SMS dengan huruf seperti dibawah ini lalu Saya check via voice maupun dg fitur SMS dengan keyword "Talktime" ke 555:
A = di charge 1 karakter (oke donk)
A BC = di charge 4 karakter (sip laah)
ABCDE = di charge 6 karakter (LHO KOK!! mustinya kan 5 karakter??).
charges tambahan Rp1,- ini terus terbawa bila panjang SMS antara 6-14 karakter.
trus Saya ngirim 123456789012345 = di charge 17 karakter (lho kok?? anak SD juga gampang ngitung jejeran itu harusnya hanya 15 karakter)
jadi dari digit 15 keatas charges ekstra menjadi Rp2,-
tambah penasaran Saya ngirim 1234567890123456789 01234567890 = di charge 33 karakter (lho kok malah nambah lagi)
ya udah Saya nggak mau ngetest lagi... karena test dengan variasi tersebut sudah lebih dari cukup... kebayang mungkin sampai 160 karakter chargesnya ternyata berlipat2.. hiiii.. edun !!
Saya benar2 gak abis fikir. ini orang2 di ESIA apa perlu BELAJAR BERHITUNG lagi ?? BELAJAR TELITI?? atau malah perlu BELAJAR JUJUR yah? :))
Jangan2 dari direksi sampai staf mungkin perlu belajar matematika lagi karena kalau dari perhitungan dibawah 10 saja mereka sudah salah maka Saya ngeri bagaimana mereka bisa berhitung dalam jumlah ratusan miliar atau triliunan (asumsi tersebut adalah rata2 pemasukan perusahaan telekomunikasi yang sudah established) .
Sekali lagi memang dengan selisih cuma beberapa rupiah itu kita tidak dirugikan, karena harga tersebut tidak ada nilai ekonominya secara individual. Tapi coba hitung dengan selisih tersebut maka jelas ESIA yang sangat diuntungkan karena berdasarkan sumber yang valid, sampai akhir kuartal pertama 2008 jumlah pelanggan ESIA ada 4.5jt subscriber. Bila dirata2kan masing2 pelanggan mengirim 5 SMS dalam sehari saja maka keuntungan ESIA dari selisih tersebut sudah Rp22.500.000, - (dua puluh dua juga lima ratus ribu rupiah) PER HARI !!.
Nah dikalikan 30 hari (1 bulan) maka "pendapatan ekstra" ESIA tersebut adalah sebesar Rp675.000.000, - !!! itu kalau rata2 pelanggannya hanya mengirim 6 huruf / SMS saja, tapi kalau rata2 subscriber mengirim diatas 15 huruf / SMS berarti keuntungan ESIA hanya dari SELISIH tersebut sudah lebih dari 1 milyar sebulan !!. Mengingat layanan ini sudah dijalankan selama 2.5 bulan berarti estimasi keuntungan ESIA "mengambil" pulsa pelanggannya adalah sebesar 2.5 Milyar Rupiah !! wooowww....
Karena Saya pernah bekerja sebagai Data Center Manager pada suatu operator GSM maka Saya tahu bahwa suatu perusahaan telekomunikasi yang baik pasti ada cross-check antara data transaksi (pulsa), data income dan data pajak. Bila ini dilakukan dengan baik seharusnya ESIA dapat segera menemukan selisih / discrepancy ini dari sejak awal layanan ini diimplementasikan (yaitu sejak 15 mei 2008). Tapi mengapa selisih ini bisa lolos berbulan-bulan? entah tidak teliti (tapi kok tidak telitinya bisa bareng2 seluruh karyawan satu perusahaan?) atau tidak jujur? (kalaupun iya niat tidak jujur kok tega2nya tidak jujur terhadap pelanggan yang menghidupi mereka?, dan mayoritas pelanggan ESIA kan sepertinya justru orang2 kecil, orang2 kurang mampu, yang membeli pulsa secara pas-pasan)
Melihat keadaaan atau temuan ini harapan Saya selayaknya BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ) memberikan teguran kepada ESIA lalu ESIA mengembalikan segala kelebihan pemasukan mereka selama ini bukan kepada pelanggan (karena motong pulsa aja terbukti ESIA nggak becus salah2 nanti ngembaliinnya juga lebih gak becus lagi). Jadi ESIA sebaiknya mengembalikan saja kepada departemen sosial utk disalurkan kepada yang membutuhkan (atau kemanalah sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia ). Saya pribadi rela dan yakin uang tersebut kalau kita amalkan dapat bermanfaat banyak bagi orang susah.
Mari kita dukung orang susah dengan cara menyampaikan informasi ini kepada BRTI agar dapat segera ditindaklanjuti.
Supaya info ini lebih clear Saya cerita dikit asal muasal temuan ini juga dari ketidak sengajaan:
Kepada wartawan suatu portal berita terkenal, terkait dengan pelansiran produk ESIA ini (pertengahan mei 2008) dalam wawancara via email Saya pernah menjelaskan bahwa melakukan charging secara per karakter itu tidak sulit akan tetapi memang perlu effort karena ada modul yang menghitung jumlah karakter (biasanya kan hanya menghitung berdasarkan jumlah pengiriman sms saja). Dan perhitungan panjang karakter tersebut dalam dunia komputerisasi amat sangat mudah.
Lalu belum lama ini waktu anak2 saya yg SMA maupun yang SMP bilang ternyata ESIA murah sekali. Saya padahal udah lama pake ESIA juga (utk bertelponan ke nomor2 tertentu atau utk pembicaraan lama) tapi Saya gak pernah perhatikan pulsa.
Karena cerita anak saya tersebut serta kenyataan jumlah SMSan anak2 Saya banyak banget pikir2 lumayan juga kalo mereka Saya belikan yang ESIA. Dan singkat cerita masing2 saya belikan paket ESIA yang murah merah (rp245.000 sudah jreeng)... btw, yang GSM tetap mrk pake karena ada MP3nya dan fiturnya jauh lebih bagus.
Penjaga toko yang menjual ESIA tsb (Cinere Mall) mengatakan bahwa ESIA sekarang PALING LAKU karena dianggap PALING MURAH, oleh sebab itu sangat disukai orang2 yang kurang mampu (Saya membayangkan banyak orang2 yang kurang mampu pakai ESIA dan ternyata pulsanya digerogoti ESIA .. duuh tegaaaaaaaaaaa! !!!)
Yang bikin nyesek itu promosi ESIA bahwa SMS Rp1,- / Karakter itu katanya SMS pembawa keadilan. Saya jadi rancu arti keadilan, kalo nyedot pulsa pelanggan itu sebenarnya adil buat siapa sih???
Lalu anak2 Saya mulai sering SMSan, tapi sering sekali mereka menulisnya cuma singkat2. Saya ampe tegur anak2 Saya "SMS udah murah kok nulis pake disingkat2 gitu sih, kasihan temen kamu yang baca" jawab mereka kira2 "kan supaya lebih murah lagi, lagian sudah umum singkat2 spt ini, temen2 ngerti kok" ... pikir Saya ya udah gapapa lah wong anak2.
Lalu tiba2 Saya kepikiran, beneran gak yah ESIA menghitung per karakter? itu sebabnya Saya menggalang anak2 Saya (serta temannya) untuk mengirim SMS dengan cara diatas. Baik ke sesama ESIA maupun ke GSM. Dan hasilnya seperti yang Saya temukan tsb.
Seharian (dari subuh sampai barusan pukul 7pm) dengan niat baik ingin menyampaikan hal ini langsung ke ESIA Saya mencoba menghubungi customer care ESIA tapi susahnya minta ampun. selalu sibuk. Apakah itu karena petugas Call Centernya sibuk menerima complaint yang serupa ataukah enggan menerima call dari pelanggannya (udah tau pasti bakal pada complaint). Entah yaaa...
Akhirnya Saya mohon maaf bila atas kejujuran dan ulasan ini ada pihak yang merasa kurang berkenan. Setulusnya ini adalah tidak lain demi membela kepentingan dan hak pelanggan serta pajak bagi pemerintah. Untuk bukti semua kesalahan perhitungan ESIA tersebut Saya masih menyimpannya di HP, incase pihak ESIA mau melakukan cross-check, fact finding dll.
NB:untuk jawaban dari pihak ESIA ada diposting selanjutnya.
Baca lagi...
Curhat
Telekomunikasi
Langganan:
Postingan (Atom)

