Dua dari kita ada yang membeli soto beserta nasi, sedangkan saya seperti biasa membeli dadar tahu murah nan meriah. Prima dan Mizan lah yang membeli soto yang terpisah antara nasi dan sotonya. Begitu mulai menyantap ada suatu pembicaraan yang menarik, apakah sotonya yang dimasukkan ke nasi sedikit demi sedikit sambil menyantapnya atau nasinya yang dimasukkan ke soto sedikit demi sedikit sambil menyantapnya?
Kedua orang ini bersikeras dengan pendapatnya, bahkan kedua orang yang terkenal dengan paling keras dikosan ini masih kuat dengan argumentnya.
SOTO
ke NASI
Kemudian perdebatan dilanjutkan dengan masing-masing anggota kosan memberikan argumentnya, memang sebagian lebih memilih menyantap nasi sambil disiram soto sedikit demi sedikit.
Tapi ada hal yang paling aneh ketika memasuki tahun selanjutnya? ketika kami kembali makan malam bersama dan kedua orang tersebut memesan soto. Apa yang terjadi, ternyata kedua orang tersebut berganti argument. Prima dengan nasi yang disiram soto sedangkan Mizan dengan nasi yang dimasukkan ke soto sedikit-sedikit.
Wah, ada apa gerangan, ternyata mereka memang punya kesimpulan masing-masing yang merasa bahwa sekarang ini pendapat mereka lah yang paling benar. NASI
ke SOTO 
Lalu bagaimana dengan anda ? Tentunya tidak ada yang salah ya
Baca lagi...
