Senin, Oktober 20, 2008

nasi ke soto atau soto ke nasi ?

Ada hal unik yang pernah saya alami bahkan sampai terjadi debat yang cukup alot, Yaitu ketika sedang makan malam di kantin Kampus bersama teman-teman KOST.

Dua dari kita ada yang membeli soto beserta nasi, sedangkan saya seperti biasa membeli dadar tahu murah nan meriah. Prima dan Mizan lah yang membeli soto yang terpisah antara nasi dan sotonya. Begitu mulai menyantap ada suatu pembicaraan yang menarik, apakah sotonya yang dimasukkan ke nasi sedikit demi sedikit sambil menyantapnya atau nasinya yang dimasukkan ke soto sedikit demi sedikit sambil menyantapnya?

Kedua orang ini bersikeras dengan pendapatnya, bahkan kedua orang yang terkenal dengan paling keras dikosan ini masih kuat dengan argumentnya.
SOTO
ke NASI

Kemudian perdebatan dilanjutkan dengan masing-masing anggota kosan memberikan argumentnya, memang sebagian lebih memilih menyantap nasi sambil disiram soto sedikit demi sedikit.
Tapi ada hal yang paling aneh ketika memasuki tahun selanjutnya? ketika kami kembali makan malam bersama dan kedua orang tersebut memesan soto. Apa yang terjadi, ternyata kedua orang tersebut berganti argument. Prima dengan nasi yang disiram soto sedangkan Mizan dengan nasi yang dimasukkan ke soto sedikit-sedikit.

Wah, ada apa gerangan, ternyata mereka memang punya kesimpulan masing-masing yang merasa bahwa sekarang ini pendapat mereka lah yang paling benar. NASI ke SOTO

Lalu bagaimana dengan anda ? Tentunya tidak ada yang salah ya
Baca lagi...

Kamis, Oktober 16, 2008

Selingkuh YES, Setia...Tunggu dulu ?

Semua anggota JK-KOST di bandung memang sepakat untuk mendeklarasikan pernyataan ini..
"Selingkuh YES, Setia.. tunggu dulu?"
maklum masih mahasiswa dan masih belum jelas.

Tapi sekarang beda lagi donk, apalagi setelah nikah "Selingkuh Noway, Setia YES!!"
Kenapa seperti itu..?
Ya karena saya sudah banyak makan asam garam, bawang tomat, cabe gula dll.
Berikut alasan jangan selingkuh
Pertama
Terbukti kalo selingkuh itu pasti ketauan, sepintar-pintarnya tupai melompat pasti jatuh. Jadi jangan merasa hebat kalo bisa menyembunyikan perselingkuhan. Disimpan dimanapun pasti bau bangkai akan tercium, iya gak? Meskipun anda merasa kalo selingkuh itu mampu membohongi pasangan anda, tapi percayalah... pasangan anda pasti merasakan ada sesuatu yang aneh dengan diri anda. Apalagi wanita, feeling wanita selalu benar loh. (piece ya my love)

Kedua
Coba kalo anda merasa diselingkuhin ? gimana perasaan anda? kaloternyata pasangan anda selingkuh? wah... pasti gak enak kan? Kecuali kalo anda juga punya selingkuhan. Jadinya santai aja

Ketiga
Dimana-mana kalo yang namanya selingkuh itu pasti mendapat kesan jelek dari semua orang, termasuk dari kerabat dan teman-teman pasangan anda. Jadinya begitu anda ketahuan selingkuh, maka itu akan menjatuhkan harga pasar kita untuk mencari pasangan lagi. Wong udah ketauan selingkuh gitu loh....,mana ada yang mau?

Keempat
Coba bagaimana juga perasaan orang yang sedang diselingkuhi, wih... sakit banget ya. Misal anda diposisi sebagai selingkuhan anda,awalnya sih enak, malah kalo bisa merebut hatinya dari pasangannya. Tapi kalo ternyata selingkuhan anda lebih memilih pasangan lamanya... wah... mampus lah anda. Bisa sakit banget tuh hati, malah bisa jadi anda berlaku jahat terhadap pasangan lamanya. Hihi serem, bisa disantet tuh.

Kelima,
Kalo udah punya anak deh, maka anda dianggap sebagai orang tua yang jahat. Coba bayangkan apabila anak sendiri tidak menyukai bapak-ibunya dan mencap jelek orang tuanya.

Makanya jangan selingkuh ya,kan ada hadist Rasul tanamilah lahanmu sebaik-baiknya. Ayo tanami lahamnu sebaik-baiknya, jangan ragu-ragu. Meskipun ada pepatah yang bilang Lahan Tetangga terlihat lebih HIJAU dari lahan Sendiri,inget baru terlihat aja loh. Gak tau aslinya?
Baca lagi...

Sang Iman lagi turun

Tau gak sih dimana Iman itu? dulu sih ada teman gue yang namanya Iman, yang satu temen di rumah yang satu lagi temen di Masjid Kuliah.

Iman yang dimesjid udah pasti beragama Islam, lah Iman yang dirumah tau-taunya namanya Imanuel. Tapi itu sih gak ngaruh bagi gue... terus apa hubungannnya ?

Iman adalah keyakinan dari hambaNya terhadap Allah. Yang menjadi masalah iman itu terkadang naik dan turun seiring dengan tingkat ibadah kita. Apabila iman kita sedang turun maka cukuplah dengan shalat fardu saja. Tapi apabila iman kita sedang naik maka bisa ditambah dengan shalat sunnah seperti qabliyah dan bad'iah Fardu atau shalat tahajud dan shalat dhuha.

Dulu waktu masih bujangan (cie yang udah nikah) dan masih mahasiswa (udah lulus juga nie). yang namanya shalat Tahajud dan puasa senin-kamis merupakan suatu nikmat yang sangat besar dari suatu ibadah. Sampai-sampai berat juga meninggalkan suatu amalan ini.Kenapa jadi begini ya? kok beda dengan sekarang ?

Mungkin awalnya ketika aku lulus kuliah dan berhasil mendapat kerja,aku mulai menikmati hidupku yang diperoleh dari hasil keringatku sendiri.Aku bekerja sebagai engineer transmisi untuk ditempatkan didaerah Sumatra barat, jadi wajar kalo sekarang gue masih hafal daerah Sumatra Barat, meski kadang gue kerja sampe Pekanbaru,Jambi,Sumut dan Batam. Kondisi ketika gue bekerja tentu berbeda jauh dengan kondisi ketika kuliah. Ketika bekerja adalah kondisi dimana kita memasuki dunia yang sesungguhnya (this is the real world). Mulai dari kutemukan teman2 yang sudah punya istri dan anak(meskipun usia mereka hanya lebih tua lima tahun) , sampai aku menemukan seseorang yang berKTP Islam tapi tidak pernah Shalat Wajib, mungkin cuma Shalat jumat dan Shalat Ied (itu pun jarang banget).

Lalu ketika aku mengenal seseorang teman yang telah beristri dan memilih untuk selingkuh ketika jauh dari istrinya. Memang pekerjaan sepertiku ini tidak memungkinkan untuk membawa keluarga karena pekerjaannya yang berpindah tempat dan suasana kerjapun tidak memungkinkan.

Belum lagi dengan teman2 kerjaku yang sangat menyukai gemerlap malam dan hura-hura, beruntung teman satu tim ku tidak memiliki sifat seperti itu. Alhamdulillah ya Mas Gede Denny. Cuma ya itu, kebiasaan merokok dan mempermainkan wanitanya itu yang membuat saya geleng-geleng. Dia sampe tega membuat wanita melakukan percobaan bunuh diri. Semoga tuh cewe baik-baik aja sampe sekarang.

Justu ketika kita jauh dari orang yang disayangi maka iman itu semakin tumbuh dan berkembang. Apalagi ketika kanan-kiri banya godaan, tapi tetap saja iman dapat berdiri dengan kokoh.Mungkin yang menjadi runtuh ketika aku merasa dikhianati oleh orang yang sangat aku sayangi.Tapi bersyukur masih ada orang yang mengerti dan membuat iman kembali tumbuh.

Setelah 10 bulan di negeri Siti Nurbaya, akhirnya kembali ke Jakarta dan bekerja di salah satu kantor kawasan Kuningan Jakarta. Mungkin disinilah awalnya, ketika kita merasa sudah enjoy dengan apa yang kita punya. Ketika kita bersama dengan orang-orang yang kita cintai. dan ketika kita sudah tidak bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

bersambung...

Baca lagi...

Senin, Oktober 13, 2008

sakit... gak enak loh

Tau kah kamu, nikmat apa yang paling nyata enaknya? Nikmat sehat tentunya. Masih inget dulu cerita dari KH.Zainuddin M.Z tentang nikmat dan syukur.
Ada seorang tetangga yang membeli mobil baru kemudian salah satu tetangganya iri dan berkata "wah, tetangga sebelah membeli sebuah mobil, tapi alhamdulillah kita punya mobil yang bekas daripada tetangga sebelah yang hanya naik motor"
lalu tetangga sebelahnya berkata"bersyukur kita naik motor daripada tetangga didepan yang hanya berjalain kaki."

Lalu tetangga depannya berkata"tetangga didepan punya sepeda motor, alhamdulillah kita masih bisa jalan kaki,dari pada tetangga belakang yang sakit dan tak bisa jalan".

Kemudian tetangga dibelakangnnya berkata lain "nikmatnya tetangga belakang kita yang bisa berjalan kaki,walaupun sakit tapi bersyukur juga masih diberikan nikmat hidup untuk beribadah kepadaNya.Barusan ada sms yang mengabarkan meninggalnya tetangga seberang rumah."

Sakit itu tidak enak loh, banyak dari rencana kita terbengkalai karena sakit.Semua janji jadi batal karena sakit,bahkan untuk tidur saja jadi ditak terasa nikmatnya

Yah, begitulah perjalanan hidup ini. Janganlah selalu melihat ke atas, tataplah kebawah. Karena begitu banyak saudara-saudara kita yang lebih menderita daripada kita. yang butuh pertolongan dari kita semua.

Janganlah mengeluh, karena selalu mengeluh itu merupakan sifat dari Orang Yahudi.Tentu kita jangan mengeluh. Berjuang terus sampai titik darah penghabisan.
Dan Bersyukurlah akan nikmat yang diberikan kepada Allah, pandai-pandailah kita bersyukur.Dan jangan lupa, sakit itu bisa mengurasi dosa kita...Insya Allah.
Baca lagi...